WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Masyarakat di Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat, sangat antusias ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan Pneumonia. Rasa ingin tahu mereka dengan cara mendatangi Kantor Desa Loko Ry pada Selasa (22/10) tempat terlaksananya Kampanye Stop Pneumonia.
Warga masyarakat tersebut berasal dari Desa Loko Ry, Desa Lolo Tana dan Desa Tarona. Sejak pagi mereka berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa Loko Ry. Ada yang datang berpasangan suami-isteri, ada yang sendirian dan bahkan ada yang datang membawa serta anak balita. Di halaman Kantor Desa Loko Ry nampak para petugas keamanan dari Linmas setempat sibuk mengatur dan mengarahkan para tamu ke tempat duduk yang sudah disediakan. Sebelum duduk, para tamu melakukan pendaftaran di meja registrasi.
Kegiatan Kampanye Stop Pneumonia yang diselenggarakan oleh Save The Children ini dilakukan dalam bentuk talk show menghadirkan narasumber yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bonar B. Sinaga,M.Kes, dr. Intan dari Puskesmas Malata dan dr. Hana Wadoe Koedji dari Save The Children. Talk show yang dipandu oleh Ira Kopong dari Komunitas Peduli Sumba Sehat (KPPS) ini berlangsung selama 2 jam mampu memikat perhatian para peserta. Para narasumber menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat dan interaksi yang sangat humanis.
Acara Kampanye Stop Pneumonia ini secara keseluruhan dipandu oleh Adela Gultom, seorang professional di bidang master of ceremony dari Kota Waikabubak. Acara ini dimeriahkan dengan demo cuci tangan pakai sabun (CTPS) serta aneka kuis berhadiah.
Sekretaris Kecamatan Tana Righu, Melkianus Dapa Ole, SH, yang mewakili Camat Tana Righu pada kesempatan tersebut menyampaikan limpah terima kasih kepada Save The Children yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap, dengan mendengar informasi terkait bahaya Penyakit Pneumonia tersebut masyarakat semakin sadar untuk mau memberikan perlindungan kepada keluarga, melakukan berbagai upaya pencegahan serta penanganan bila balita atau anggota keluarga yang sakit atau teridentifikasi pneumonia.
Hal sama dikemukakan Kepala Desa Loko Ry, Christopel Umbu Robaka, yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan bantuan Save The Children sehingga masyarakatnya bisa mengetahui apa yang dimaksud dengan Pneumonia. Dengan mengetahui bahaya Penyakit Pneumonia, warganya bisa berupaya melakukan pencegahan dan jika ada yang terpapar dengan pneumonia akan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pihaknya juga berjanji akan mendukung penanganan pneumonia melalui alokasi anggaran dana desa untuk pencegahan pneumonia.
Kegiatan Kampanye Stop Pneumonia ini dibuka secara resmi oleh Asisten 1 Setda Sumba Barat, Drs. Imanuel Anie, yang mewakili Bupati Sumba Barat. Di hadapan masyarakat yang memadati halaman Kantor Desa, ia berulang kali menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Save The Children atau Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang secara terus menerus membantu pemerintah daerah melalui berbagai programnya. Di bidang kesehatan, kata Asisten 1, melalui kampanye stop pneumonia, Save The Children bersama pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi agar anak Sumba sehat. Jika kita menginginkan anak Sumba yang sehat maka keluarga dan masyarakat harus mendukungnya dengan cara melakukan berbagai praktek hidup bersih dan sehat seperti tidak merokok di dalam rumah dan menjauhkan anak dari asap rokok dan asap dapur agar paru-paru anak tetap bersih dan sehat. Hal sama juga dengan ibu hamil. Setiap ibu hamil harus terbebas dari asap rokok agar tidak terpapar pneumonia karena ketika ibu hamil sakit atau tidak sehat maka janin yang dikandungnya juga tidak sehat. Hal ini akan berdampak pada terganggunnya tumbuh kembang anak selanjutnya.
Dalam acara Kampanye Stop Pneumonia ini juga dihadiri oleh Tim Save The Children yakni dr. Wahdini Hakim, Harimawan Latif, Retno Wardhani dan lainnya dari Country Office Jakarta, Mr. Rashed Shah dari Save The Chidlaren United State of Amerika (USA), tim Save The Children Sumba, para anggota Komunitas Peduli Sumba Sehat serta berbagai tokoh masyarakat dan anak-anak. untuk anak-anak, sejak belum dimulainya kegiatan, mereka terlibat dalam kegiatan bercerita, menulis dan menggambar serta aneka permainan lainnya yang difasilitasi oleh panitia penyelenggara. (bkr/SFN)