KUPANG, SUARAFLORES.COM,-Suasana malam itu terlihat jauh berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Malam itu terlihat terang-benderang dan ramai dengan hilir-mudik dan lalu-lalang kendaraan serta ramainya anak- anak muda maupun warga dewasa dan oran tua yang bersantai di tepi sisi kiri dan kanan sepanjang jalan menuju dua buah jembatan baru yang cocok dengan sematan si kembar karena sepadan dan serasi selayaknya dua saudara kembar. Mereka tampak senang dan tenang di bawa sinar lampu-lampu dari tiang-riang besi berjejer yang berdiri tegak di tepi jalan.

Selain ramainya kendaraan pada dua jalur indah menuju si kembar tidur, banyak pula para pedagang minuman, makanan, mainan anak anak tampak mengais rejeki di tengah keramaian para pemuda pemudi dan warga Kota Kupang. Mereka mempunyai tujuan yang sama yaitu memanfaatkan ruang baru si kembar untuk melepaskan penat, berdiskusi, bercanda, temu kangen, dan mengais rejeki dari dagangan mereka. Bagi mereka, rupanya si kembar Liliba yang dibangun oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) X Kupang telah membawa suasana baru yang bukan saja memberi kenyamanan bagi para pengendara tetapi juga bagi seluruh warga kota. Selain kelancaran arus transportasi, kehadiran si kembarLiliba berdampak bagi kegembiraan warga yang menikmati panorama malam di jembatan Merah Putih yang apik diapiit pepohonan hijau dan aliran sendu sungai kecil Liliba yang hening.
Jembatan yang dahulu sepih dan angker dengan horor roh-roh pencabut nyawa dari orang yang bunuh diri, kini sudah berubah drastic menjadi malaikat suka cita karena membawa angin segar kelegaan bagi setiap warga. Si kembar Liliba yang dirancang kuat, modern dan gaya konstruksi dengan pagar-pagar besi yang tinggi telah memberikan kenyamanan bagi warga karena menghapus stigma horor sebagai “jembatan pencabut nyawa.”
Sematan nyentrik si kembar Liliba yang fenomenal bukan lagi jembatan pencabut nyawa, tetapi menjadi “si kembar juru selamat’ yang menciptakan kegembiraan karena telah menjadi rumah terbuka bagi publik berekreasi dan berdagang kecil-kecilan. Banyak orang memberi sambutan postif karena kehadiran si kembar itu meredam kejahatan kemanusiaan beruntun melalui aksi aksi mengakihiri hidup sendiri denan terjun bebas dari jembatan. Begitu banyak korban bunuh diri telah menghebohkan NTT melalui halaman media masa yang menyayat hati.
Andika, salah satu remaja belia yang tengah santai dibawa sinar lampu baru di pasang itu, mengaku senang dibangunnya dua jalur jalan dari arah timur dan barat si kembar Liliba. Bila dahulu kemacetan menghiasi satu satunya jalur jalan yang sempit, saat ini sudah jauh lebih nyaman lantaran jalur jalannya sudah makin lebar dan leluasa bagi manusia pejalan kaki dan kendaraan.
“Saya senang sekali sudah tidak ada mavet lagi. Tidak ada lagi kerisauan dan kecemasan karena lama menunggu di jalur yang sempit. Aparat polisi pun tak perlu lagi lelah berdiri mengatur lalu lintas. Dengan dibangunnya si kembar Liliba kita sudah bernafas legah. Terima kasih kepada pemerintah pusat, secara khusus Kementerian PU melalui BPJN X Kupang pimpinan Agustinus Yunianto yang telah membangun si kembar nan mempesona ini. Semoga kedepan tidak ada lagi generasi muda Kota Kupang yang menyia-nyiakan hidup dengan nekat melakukan aksi bunuh diri lagi,” ungkap Andika yag menikmati aroma segar angin malam bersama kekasihnya sambil meneguk minuman ringan, Sabtu malam Minggu, ( 7/11/2024) lalu.
Selan itu, Jeffry, salah satu tukang ojek yang melintasi jalur indah nan mulus itu juga mengaku gembira menikmati panorama malam Minggu ketika mengantar penumpang dari Penfui ke Kota Kupang. Remaja asal Soe, Timor Tengah Selatan ini mengaku bangga dengan pembangunan si kembar Liliba yang aduhai nan seksi gemulai ini. Sembari memberikan apresiasi kepada Agustinus Yunianto, Kepala BPJN X Kupang yang telah memotri pembangunan Si Kembar Liliba, Jeffry juga mengingatkan agar seluruh fasilitas jalan yang telah dibangun dpat dirawat dan dijaga bersama- sama agar tetap terlihat mempesona.
“Wah keren dan mantap sekali om. Ini jembatan makin nyentrik saja. Saya liat sangat banyak warga kota yang mulai nongkrong di sekitar ini menikmati malam. Semoga kehadiran jembatan yang lengkap dengan asesoris penerangan jalan ini kita jaga bersama supaya bertahan dalam jangka panjang. Soalnya, salah satu kebiasaan buruk kita adalah merusak fasilitas umum, seperti lampu jalan. Ini tidak boleh terjadi agar kenyamanan dan keamanan kita semua terjaga baik, ” ujar Jeffry ketika ditemui di depan Kantor Pusat PT. PLN Persero Sabtu malam lalu.

Pembangunan Si Kembar Liliba semakin menambah deretan obyek- obyek indah nan unik di Kota Kupang yang membuat Kota Kupang semakin menarik di siang dan malam hari. Bangunan dua jalur jembatan yang mentereng, anggun megah dengan warna Merah Putih itu tampak harmonis dengan latar belakang Patung Tirosa yang berdiri menjulang di tengah Bundaran PU menyabut kedataganan tamu. Bila dari arah Timur terlihat jelas betapa anggunnya patung bersejarah yang tak lekang oleh hujan dan tak rapuh oleh panas itu.
Kehadiran Si Kembar Liliba di jantung Kota Kupang juga kian menambah daftar prestasi PUPR melalui BPJN X Kupang yang saat ini dipimpin Agustinus Yunianto, putra NTT dari Maumere, Flores ini. Konsultan PT, Buana Archicon, Boyke Yunan mengatakan bahwa jembatan kembar ini adalah buah karya anak bangsa yang patut diberi apresiasi dan patut dijaga. Dia mengaku gembira karena tugas kerjanya sudah rampung pada bulan Desember 2024 ini.
“Iya sudah selesai dan sudah diresmikan. Namun kami masih bertugas sampai Desember nanti. Kita berbangga telah menyelesaikan tugas perencanaan jembatan ini,” tandasnya saat disentil media ini Sabtu malam lalu. (bkr/dfc)