Gerakan Hijau Sejuk NTT Ku,  Pj. Gubernur Ajak Masyarakat Menanam Pohon

by -102 Views

KUANG, SUARAFLORES.COM,-Menyambut HUT NTT ke-66, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT melakukan aksi “Gerakan Hijau Sejuk NTT Ku.” Kegiatan ini diselenggarakan di Atutu – Hutan Tanaman Cendana Flobamora, Jl. Utama Kelurahan Fatukoa, RT.03/RW.01, Jumat (13/12/2024). Aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan masyarakat NTT untuk menciptakan bumi yang lebih sehat sehingga terwujudnya NTT Bisa, NTT Bangkit dan NTT Sejahtera.

Pj. GubernurNTT yang hadir langsung dalam kegiatan itu, mengatakan, menghijaukan NTT sangat mudah yaitu dengan menanam tanaman yang pada saat musim kemarau panjang tetap bertahan dan tetap hijau. Dia mencontohkan daerah yang sangat hijau di NTT, seerti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU dan Timor Tengah Selatan (TTS).

“Kita tanam tanaman yang pada saat musim kemarau panjang  tetap hijau. Jadi mari kita hijaukan dan sejukkan NTT. Di TTS dan TTU kita lihat kiri dan kanan tanaman asam itu demikian banyaknya. Ternyata  memberi nilai ekonomi masyarakat yang tidak sedikit. Asamnya di jual per kilo. Artinya, dia memberi nilai ekonomi selain fungsi konservasi,” ucap Andriko.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTT, Ondy Christian Siagian, yang telah mengeksekusi Aksi Gerakan Hijau Sejuk NTT Ku dan menyiapkan bibit/benih dalam jumlah yang banyak untuk ditanam termasuk Balai Konservasi yang ada di NTT yang juga berkontribusi menyediakan bibit untuk masyarakat.

Saat ini, kata dia,  ada 3 isu besar dunia yang berfokus pada kelestarian bumi yakni adalah untuk menghapuskan kemiskinan, untuk menghilangkan kelaparan, membuat pembangunan dunia yang ramah lingkungan dan menghijaukan bumi.

“Mari kita membangun dengan tidak menyakiti bumi. Ketika alam kita rawat dengan baik, maka alam itupun akan menjaga kita,” ujar Andriko.

Ia juga seluruh masyarakat NTT secara pribadi harus memiliki kesadaran penuh untuk melakukan aksi gerakan serupa. Selain masyrakat, para Bupati/Walikota, Forkopimda termasuk UPT Pusat yang ada di daerah untuk berkontribusi, menata NTT dengan rapi, melestarikan sumber air dengan cara menjaga ekosistem.

Sementara itu, Kadis LHK, Ondy Christian Siagian, dalam laporannya menyampaikan, pihaknya akan terus memantau setiap kabupaten untuk melakukan gerakan yang sama untuk mewujudkan NTT yang Hijau dan Sejuk.

“Selanjutnya teman-teman kepala UPTD di masing-masing-masing daerah agar memastikan bahwa disetiap kabupaten juga melakukan aksi Gerakan ini,” pinta Ondy.

Ia juga menerangkan, untuk kali ini ada 100 lubang yang disiaakan dan tanaman kali ini sebagian besar itu atas arahan Pj. Gubernur ini adalah anakan Asam. “Jadi kita harus banyak tanam Asam dan Kusambi,” bebernya.

Ondy Siagian juga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya gerakan tersebut karena menurutnya gerakan tersebut memberikan semangat dan motivasi untuk menanam sehingga dapat mewujudkan NTT yang hijau dan sejuk.

Untuk diketahui, anakan tanaman yang ditanam dalam gerakan tersebut meliputi Asam, Sepe  atau Flamboyan, Kenari, Mahoni, Kusambi, serta tanaman buah-buahan lainnya seperti Mangga, Jambu Kristal, Kelengkeng. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *