LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Mantan Anggota DPRD Flotim, Bactiar Lamawuran meminta Polisi dan Jaksa di Flores Timur bergerak cepat mengungkap dugaan korupsi proyek air bersih Ile Boleng. Kontraktor Pelaksana, Konsultan Perencana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus segera dimintai pertanggungjawabannya. Pasalnya, proyek yang dibiayai langsung dari APBD Murni Flotim tahun 2018 senilai Rp.13 M tersebut hingga kini tak ada titik terangnya, termasuk sumber mata air yang hingga saat ini tidak ada. Demikian tulis Bactiar Lamawuran dalam laman remi Facebooknya.
Ia berharap Aparat Penegak Hukum (APH) di Flotim bisa menunjukkan komitmen seriusnya membongkar dugaan praktek korupsi dalam proyek ini. Bactiar bahkan dengan berani menduga konsultan perencana telah memanipulasi perencanaan yang sesungguhnya sumber mata air primer itu tidak ada.”Ini fakta hukum. karena sampai dengan saat ini, sumber mata air primer itu tidak ada,”tohoknya keras.
Karena itu, dirinya meminta pihak penanggungjawab program kegiatan proyek ini segera membatalkan kontraknya. Ia juga mendesak DPRD Flotim segera bersikap meminta evaluasi dan progress dari proyek tersebut untuk selamatkan uang negara dan rakyat tersebut.
Baca juga: PT. Bumi Indah Buka AMP Baru di Pulau Adonara
Baca juga: Imbas Ekonomi Jalan Bumi Indah di Pulau Adonara
Ironisnya lagi, sesuai rekaman lapangan Suara Flores.Net, kontraktor pelaksana, Piet Dosinaen yang berstatus sebagai Kuasa Direktur, PT.GNA, yang bermarkas di Ende, telah mendroping pipa dan asesoriesnya, serta mengerjakan bak reservoar 200 meter kubik di Desa Dokeng Kecamatan Ile Boleng. Pengerjaan bak inipun diduga kuat tidak sesuai bestek, baik teknis pemasangan besinya hingga pencoran.
Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum Flotim melalui Kabid Cipta Karya, Yorris Fernandez,ST sejauh ini enggan berkomentar setiap kali dihubungi. Warga Dokeng, Lukas Lagan juga berharap Polisi dan Jaksa bisa turun usut proyek air bersih Ile Boleng yang mangkrak hingga kini, meski bak reservoarnya di Dokeng telah dikerjakan.
“Kan, aneh juga, sumber mata airnya belum jelas kok bak reservoarnya sudah dikerjakan,”pungkasnya saat obrol bersama Suara Flores.Net beberapa waktu lalu dikediamannya.
DIberitakan beberapa waktu lalu, proyek air minum Ile Boleng tersebut terkatung-katung. Terkatung-katungnya proyek Rp13 M yang didanai APBD Kabupaten Flotim Tahun Anggaran 2018 tersebut karena terkendala urusan sumber mata air di wilayah Adonara Tengah yang belum tuntas. Hal ini membuat hilangnya animo dan dukungan masyarakat Ile Boleng terhadap proyek ‘politik’ Bupati-Wakil Bupati, Anton Hadjon-Agust Boli tersebut.(RBT/SFN)