SUARAFLORES.NET -. Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah yang memiliki berbagai potensi budaya dan pariwisata yang dapat mendorong pembangunan daerah. Sebagai aset bangsa, kaum muda dibutuhkan keberanian dan ketrampilan, mengexplor potensi-potensi yang ada untuk membuat perubahan. Untuk menggapai perubahan dan mengisi pembangunan serta mempertahankan sebuah bentuk, corak, budaya dan harapan entah apapun bentuk dan sistemnya, sangat dibutuhkan partisipasi aktif seluruh kaum masyarakat (kaum muda,red). Baik masyarakat dalam tingkatan pemerintahan, masyarakat dalam sistem swasta, maupun “masyarakat” selaku aset.
Mencermati kondisi tersebut, kaum muda Sikka yang tergabung dalam Frame12project bersepakat untuk membuat Event Fotografi dan Workshop dengan teman “Warisan Budaya NTT Dalam Perkembangan Global”. Event ini bertujuan untuk menggali potensi dan mengasa ketrampilan dalam rangka membangkitkan semangat kaum dalam mengisi pembangunan daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka selama dua hari yakni tanggal 08 sampai tanggal 09 Februari 2019. Frame12project sebagai penyelenggara menghadirkan narasumber-narasumber handal dan berpengalaman tentang dunia fotografi, budaya dan pariwisata. Mereka akan mempresentasikan materi-materi menarik dan unik yang wajib diketahui oleh kaum muda dan masyarakat Kabupaten Sikka.
Adapun narasumber-narasumber yang bakal hadir, yakni pertama, Valentino Luis, Fotografer, Penulis, Editor & Kontributor Majalah, Kontributor Majalah Internasional, Traveler International. Valentino hadir dan membawakan materi tentang ‘Pengaplikasian Fotografi Dan Multimedia Dalam Mempromosikan NTT’.
Kedua, Erwin Yuan, Founder TCP Model dan Desainer Padu Padan Tenun Kupang, NTT dalam materi workshop tentang ‘Coaching Model Foto & Catwalk Fashion Mode’.
Baca juga: Budaya Lokal Tergerus Modernisasi, Selestinus Ajak Kembali ke Budaya Asli
Baca juga: Pondok Santai Tanjung Watu Krus, Objek Wisata Baru yang Laris di Liburan Natal
Baca juga: Kualitas Pariwisata Dimulai Dari Toilet
Tiga, Nyong Franco, Founder Sanggar Benza, Musisi, Mentor Musik Gong Waning dan Pencipta Lagu” Gemu Fa Mi Re”, Penggubah Music, Coreografer Tarian Cerita Rakyat. Nyong Franco hadir dengan materi workshop tentang ‘Dasar Nada Gong Waning dan Kreatifitas Menabuh’.
Empat, Alfonsa Horeng, Pejuang dan Promotor Tenun Ikat Flores dan NTT Lintas Dunia, Pendiri dan Direktur Lepo Lorun Ikat Flores. Alfonsa akan membawakan materi tentang ‘Geliat Tenun Ikat NTT di Mata Dunia.
Wilfridus Ero selaku penggagas Event Fotografi dan Workshop Etnic kepada SuaraFlores.Net menjelaskan, kegiatan ini lahir dari sebuah ide sederhana kaum muda ditengah maraknya perkembangan global belakangan ini, di mana kaum milenial mulai menjadi dampak yang tidak bias terelakan dari media sosial dan Internet. Mencermati perkembangan tersebut, manusia milenial ikut menjadi pemeran utama dalam setiap dampak yang dihasilkan. Maumere merupakan sebuah kota kecil yang tidak terlepas dari dampak itu. Berangkat dari sanalah, perlunya kesadaran dan berbenah diri untuk bias berjalan seiringan dengan segala bentuk tantangan.
“Melalui ide sederhana ini, saya ingin menyampaikan beberapa mimpi dan ide melalui beberapa bentuk kegiatan. Sebagai kaum muda, saya tidak mau hanya beride tanpa melakukan apapun atau hanya menjadi penonton yang hanya melihat dan menunggu perubahan itu datang tanpa kita ketahui kepastiannya. Dalam konteks yang universal, selaku penggagas saya ingin menyampaikan bahwa ide untuk mengkampanyekan potensi Sikka dan sekitarnya ini akan kami kemas dalam bentuk berbagai kegiatan,” ujarnya, Rabu (6/2/2018) sore.
Adapun sejumlah sponsor yang mendukung pelaksanaan kegiatan ini, yakni Retaseu Creative, Timor Creative People (TCP), Rumah Desa Nita, Sanggar Benza, Suara Flores, Gecko Art, Innocentia Handsomenya, BOSS Angkringan, Lepo Leron, JB Production, Sibakloang Coffee Galery, Putri Salon, AsalKlik, Padu Padan Tenun, BILCA Digital Printing, Percetakan Madawat, mbctv, Karang Taruna Golden Jaya Nita dan Near. (sfn02).