49 Anak Penyu Diselamatkan Warga Lewotobi dan Dilepas ke Pantai Nara

by -205 Views

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Warga Lewotobi, Desa Birawan, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur, Forus Uran, Jumad, (19/7/2019) malam, menemukan dan berhasil menyelamatkan 49 ekor anak Penyu (Tukik,red) di Pantai Blele Wutun, Dusun Lewotobi. Tukik Penyu itu kemudian diserahkan ke rumah salah seorang warga, yakni Wilibrodus Suban Aran, yang juga Kepala Seksi Pembangunan Desa Birawan.

“Iya benar Pak, Tukik ini diselamatkan Forus Uran saat menyuluh malam di Pantai Blele Wutun. Dia lalu membawanya kemari,”ujar Suban Aran saat ditemui SuaraFlores.Net dikediamannya, Sabtu, (20/7) pagi.

Suban Aran, saat itu bersama Kepala Desa Birawan, Tarsisius Buto Muda dan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Laut (Pokmaswas) Birawan, Kanisius Uran, yang tengah bersiap membawa 49 ekor Tukik menuju Pantai Nara Lewotobi untuk dilepas kembali ke Laut.

Kanisius Uran kepada media menjelaskan, pelepasan 49 ekor Tukik hari ini, Sabtu, 20 Juli 2019, menambah daftar jumlah pelepasan Tukik yang ke 5 kali di wilayah Pantai Desa Birawan Lewotobi Ile Bura semenjak kali pertama Bupati Anton Hadjon melakukannya pada Tahun 2016.

“Ini menjadi yang ke 5 kali dilakukan oleh Pemerintah Desa Birawan bersama Pokmaswas Lewotobi, Pemerintah Kecamatan Ile Bura dan Masyarakat. Nah, agak lebih semangat kali ini karena pelepasan yang dilakukan langsung oleh Bapak Camat Ile Bura, Jack Ara Kian, S.Sos.M.Ap dan Kepala Desa Tarsisius Buto Muda ini, juga ikut melibatkan sejumlah anak-anak Lewotobi yang terlihat begitu semangat dan bergembira,”pungkasnya.

Ditanya media, dari total 5 kali pelepasan Tukik ini, sudah berapa ekor Tukik yang terselamatkan ke Laut kembali, Kanisius Uran memastikan, tak kurang dari 1.500 ekor.

1.500 Ekor Yang Diselamatkan

“Sekitar 1.500 ekor Tukik yang sudah dilepas kembali ke Laut, sejak Bupati Anton Hadjon canangkan Programkan Selamatkan Laut, termasuk Biota Penyuh. Dimana, orang nomor satu Flotim ini melepas Tukik yang pertama kali di Pantai Nara Lewotobi tahun 2016 lalu.

Pada bagian lain, Kanisius Uran juga menyampaikan terima kasihnya kepada warga Lewotobi Birawan yang semakin sadar mendukung gerakan ini hingga spontan melakukan aksi penyelamatan Tukik sebagaimana yang dilakukan Forus Uran tersebut.

“Ini juga pernah dilakukan beberapa warga Lewotobi lain sebelumnya. Seperti, Ditus Muda, Nikolaus Temu dan beberapa lainnya yang menyelamatkan Penyuh besar yang ditemui di pantai dan Tukiknya,”sambungnya lagi.

Kepala Desa Birawan, Tarisius Buto Muda kepada Suara Flores.Net menjelaskan, pelepasan 49 ekor Tukik lagi ini,membuktikan kalau Kawasan Pantai Desa Birawan, mulai dari Blele Wutun Lewotobi, Pantai Wai Bele, lalu Pantai Nara Lewotobi dan Pantai Waiotan Lewouran adalah Kawasan Pantai yang ramah dan menjadi habitatnya Penyuh. Karena itu, pihaknya terus mengajak warga untuk menjaga kenyamanan kawasan tersebut.

“Iyah, melalui dukungan Dana Desa, kami juga telah memiliki Perdes Konservasi Terumbu Karang dan melakukan kegiatan konservasi di Pantai Wai Bele. Bekerjasama dengan LSM Misol Baseftim. Dan, sudah mendatangkan hasilnya. Karang-karang muda sudah banyak yang tumbuh diatas meja transplantasi yang dipasang tersebut,”terangnya.

Dia berharap agar kedepan bisa diintegrasikan antara Program Konservasi Terumbu Karang dan Kawasan Konservasi Penyuh di sepanjang Pantai Desa Birawan yang panjangnya sekitar 1 Km.

“Kami harapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Flotim, Pemprov NTT maupun Pemerintah Pusat menyukseskan program.besar ini. Apalagi, kawasan Pantai Birawan juga rawan abrasi dari waktu ke waktu, sehingga butuh rehabilitas kawasan Pantai dengan membangun talud penahan yang panjang dan tinggi,”ujarnya.

Selain itu, tambah dia, perlu didukung dengna sarana prasarana fisik lainnya untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata pantai masa depan yang indah dan menarik. Mengingat, letaknya langsung berhadapan dengan Laut Sawu yang pada musim tertentu, gelombangnya sangat tinggi dan mengancam kawasan pantai. (RBT/SFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *