MAUMERE, SUARAFLORES.NET—Kamis (22/2/2018) sore menjadi hari bersejarah seluruh umat katolik dan umat Islam di Maumere, Flores. Sebanyak 9 orang calon pastor Serikat Sabda Allah (SVD-Sovietas Verbi Divini) belajar sholat bersama guru sholat di Mesjid Mujahidin, Kecamatan Kewapate, Kabupaten Sikka.
Ke-9 calon pastor yang kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Ledalero (STFK) Ledalero itu antara lain Frater Aris Veto,SVD, Frater Ans Sau,SVD, Frater Iden Tober,SVD, Frater Asis Moron SVD, Frater Ade Riberu,SVD, Frater Benny Raidays,SVD, Frater Dede Beo,SVD, Frater Muce Bakang,SVD, dan Frater Benny Bnani,SVD.
Kehadiran rohaniwan Katolik ini disambut baik tokoh Islam di Kewapante. Dalam kegiatan belajar sholat itu, mereka dibimbing oleh 2 orang guru sholat yaitu Hj. Firdaus, Muhammad Ayub dan Anton sebagai guru sholat di Mesjid Al-Mujahidin Geliting.
Di teras mesjid mereka duduk membentuk lingkaran. Mereka saling menyapa, bertukar pikiran dalam suasana yang penuh harmonis. Dalam kesempatan itu, 2 guru sholat memberi ruang kepada para frater untuk mengajukan sejumlah pertanyaan tentang sholat.
Sejumlah pertanyaan yang diajukan para frater disambut dengan senyum dan ucapan terima kasih. Dua guru sholat pun menjelaskan tentang tatacara sholat termasuk setiap gerakan yang terjadi dalam sholat.
Momentum ini seakan membuka tembok perbedaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Bahwa hidup berdampingan antar umat beragama, lebih baik baik ketimbang membangun konflik perbedaan yang menghancurkan sesama. Hidup saling melengkapi kekurangan merupakan ajaran Allah agar terciptanya keharmonisan.
Pater Hendrik Maku,SVD adalah salah satu rohaniwan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Sebagai pendamping ia mengaku bangga atas kesediaan umat Islam untuk berbagi pengetahuan tentang sholat kepada 9 calon pastor itu.
Dijelaskan bahwa momentum tersebut dapat memperkaya pengetahuan para calon pastor. Sharing dan dialog seputar sholat sesungguhnya mengungkapkan makna kebersamaan bagi kita.
“Kami merasa bangga dan sangat berterima kasih atas pertemuan bersama imam islam yang meluangkan waktu untuk memberi pengetahuan tentang sholat. Ada banyak kesamaan antara Katolik dan Islam terlebih soal tata cara berdoa, hanya berbeda istilah dan gerak tubuh,” kata Pater Hendrik.
Baca juga: Putri Terbaik Manggarai Flores di Istana Presiden
Baginya, langkah ini dilakukan untuk mempelajari secara saksama tentang maksud dan makna dari setiap gerakan dalam sholat. Bahwa ilmu yang dipelajari para calon pastor melalui mata kuliah Islamologi dan ilmu perbandingan agama belum cukup menjadi bekal bagi mereka ketika sudah menjadi misionaris dan bekerja di luar negeri.
Salah satu calon pastor, Frater Ade Riberu mengaku bangga dapat belajar sholat langsung bersama imam di Mesjid Al-Mujahidin. Ia mengaku ada banyak hal yang dipelajari secara langsung dan dapat menambah pengetahuan selain belajar di ruang kuliah.
“Kami berharap agar kegiatan ini dapat dilakukan secara terus menerus oleh pihak STFK Ledalero. Selain menambah pengetahuan, momentum ini dapat memperkuat tali persaudaraan antar umat Islam dan umat Katolik di Maumere, Flores,” harapnya. (sfn02).
Baca juga: Malam Pertama Menjadi Malam Terakhir Bagi 99 Suami