Festival Danau Kelimutu dan Taga Kamba Sambut HUT RI 74 di Kota Pancasila

by -141 Views

SUARAFLORES.NET –Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, peringatan HUT RI ke-74 dikabupaten Ende, pulau Flores, NTT terasa istimewa. Pasalnya, perayaan HUT RI kali ini disandingkan dengan peristiwa budaya dalam event ‘Sepekan Festival Danau Kelimutu Tahun 2019‘.

Event budaya tersebut tampaknya mampu menampilkan berbagai budaya nusantara sehingga mengukuhkan kerukunan hidup masyarakat heterogen yang bersama-sama tinggal di daerah yang dikenal dengan kota Pancasila.

Berbagai kegiatan lomba dan hiburan serta kegiatan karnaval budaya nusantara, kegiatan yang banyak menarik perhatian adalah “Taga Kamba/Weza Kamba ” atau bunuh kerbau yang digelar Pemkab Ende.

Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada Senin (12/8/2019) pukul 17.00 Wita bertempat di Museum Tenun Ikat, Jalan Sukarno, Ende.

Hari ini, Selasa (13/8/2019) dilaksanakan agenda Rakor Tiga Batu Tungku yang meliputi pihak pemerintah, tokoh adat dan tokoh agama.

Setelah itu, dilanjutkan dengan acara ‘Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata di Danau Tri Warna Kelimutu yang berlangsung pada Rabu (14/8/2019) di Kelimutu.

Kegiatan Taga Kamba/Weza Kamba yang dihadiri oleh jajaran pemkab Ende, pemerintah desa dan kelurahan, para camat serta tokoh adat atau mosalaki berlangsung meriah dan penuh persaudaraan. Situasi ini melambangkan bahwa masyarakat Ende yang berdiam dibumi Tri Warna Kelimutu kota Pancasila memiliki banyak potensi budaya dengan berbagai ritual adat yang magis dan religius.

Sejumlah warga kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan festival budaya dalam rangka HUT RI 74 itu berbeda dengan sebelumnya. Suara Sang Kapten Ir. Marselinus YW Petu sebagai Bupati Ende (Almarhum) yang bertutur dalam kata adat itu tak lagi terdengar.

“Kita kehilangan sosok pemimpin murah senyum, pemimpin budaya,” ungkap Wakil Bupati Ende Djafar Ahmad sa’at ditanya wartawan.

Namun demikian, lanjut Djafar Ahmad, bagaimanapun juga sebagai Wakil Bupati Ende, dirinya bertanggung jawab untuk tetap menjalankan kegiatan tersebut. Kedepan, Djafar berjanji agar Rakor diperluas.

“Tahun depan rakor diperluas dan melibatkan para pengusaha juga. Harapannya pemerintah dapat bersama-sama dengan tokoh adat dan semua stakeholder yang ada untuk membangun daerah ini,” tandas Djafar Ahmad. (Dami).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *